Tidak ada kata terlambat - Technopreneur Fest 2017

Hei Madski Traveling! Ini kisah saya sewaktu mengikut acara Technopreneur Fest 2017. Sangat bermanfaat menurut saya, jadi saya share di sini ya.
--------------------------
Sesuai himbauan panitia, saya hadir sekitar 07.30-08.00. Saya masuk gedung Pos Indonesia, lalu naik ke lantai 8. Keluar dari lift, terlihat ada tulis "Ruang Edelweis" dan suasana sangat ramai. Saya berpikie sejenak, "lho acaranya rame banget. Terus kok yangjaga pakai blazer hijau-hijau ya. Tiba-tiba ada 2 orang, sepertinya panitia acara, minta saya untuk memberi kesan pesan untuk acara "kesehatan". Wah, ternyata saya salah masuk acara. Seharusnya saya masuk ke "Ruang Raflessia" di samping nya. Oke gak papa, toh mereka gak kenal saya hahaha. Singkat cerita, saya melewati registrasi+ambil seminar kit+ambil snack lalu duduk manis.

Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Bambang (Perwakilan Rektorat ITB), Rifqi (ketua acara), Azmi (Ketua TEC ITB), dan Mbak Ertati (Perwakilan LPIK ITB). Intinya, mereka membahas pentingnya kita untuk memulai bisnis di era sekarang dengan ide yang inovatif dan solutif terhadap suatu permasalahan. Kita perlu memanfaatkan fasilitas pelatihan, seminar, dan jejaring seperti acara Technopreneur Fest 2017 ini.

Ini nih para pemberi sambutan

Next, kita langsung masuk ke topik utama.
Di sesi pertama Mas Rizal Sasbuzz, Kak Niki Goers app, dan Mas Arif Urbanindo membahas "Bagaimana cara meningkatkan kapasitas bisnis dan menembus pasar". Pembicaraan diawali dengan kita harus mengenal apa itu startup, tahapan-tahapan yang akan dilalui, hingga permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi. Mereka juga memberi kita tips dan nasehat untuk persiapan kita menghadapi hal positif dan/atau negatif dalam bisnis. Mereka tidak mau kita mengulangi kesalahan yang sama dengan mereka.

Yang saya salut adalah mereka siap membantu kita merealisasikan bisnis kita! Wow, saya begitu terkesima dengan sifat mereka. Maka tanpa ragu saya berkenalan dengan Kak Niki dan Mas Arif.

Dalam seminar sesi 2, dibahas mengenai peluang pemodalan dan cara-cara mendapatkannya. Di sesi ini pembicaranya adalah Bapak Rahmat Sarana Jabar Ventura, Bapak Bobi BRI ITB, dan Kak Stephanie Eragano. Mereka memberi gambaran bagaimana para pemodal melakukan filter, pemilihan, dan pendampingan pelaku bisnis. Selain itu, dibahas pula tips & trick berdasarkan pengalaman Kak Stephanie.

----------------------------
Saya merasa sangat bahagia bisa mendapatkan ilmu dari para narasumber. Seminar kemarin memberi saya amunisi tambaham untuk masuk ke dunia bisnis. Tetapi, tentu saya akan menyiapkan lebih matang dulu konsep dari ide yang saya bawa. Dan sepertinya saya tidak bisa bergerak sendiri - butuh partner.
***
Cukup dulu ya blog. Ada satu kalimat dari seorang bapak di acara kemarin,
"Saya sudah lama berbisnis. Tetapi saya akan terus belajar dan saya yakin tidak ada kata terlambat."
Sampai di sini dulu ya ceritanya. Bye!

Comments