Poin Penting Selama Aku Belajar

10 Oktober 2015

Tidak terasa sudah 2 tahun aku menjalani perkuliah di sebuah institut berbasis teknologi, yaitu Institut Teknologi Bandung. Disini aku masuk dalam Program Studi Aeronotika dan Astronotika. Sejujurnya, aku menulis ini iseng saja untuk refreshing dan berbagi pengalaman bagi teman-teman yang masih bingung harus fokus di akademik atau non akademik.


PERSIAPAN MENUJU KULIAH

Tentu sebelum berkuliah, aku menjalani Pendidikan SMA. Aku menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Islam Al-Azhar BSD, Tangerang Selatan. Dalam proses belajar di SMA, saya banyak menjalani kegiatan akademik (di dalam kelas) dan non akademik (ekstrakulikuler, dsb.).

Dalam menjalani kegiatan akademik, hal yang paling kupegang adalah konsistensi dan manajemen waktu. Dahulu aku belum memegang target harus masuk ke universitas/institut apa kelak. Tetapi, aku sudah tahu kalau ada sistem undangan dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Sehingga, dari kelas X aku berusaha untuk menjaga konsistensi nilai. Waktu itu aku menargetkan semua nilai mata pelajaran minimal 8, dan untuk MIPA, bahasa inggris, dan bahasa indonesia diusahakan 9 atau 10. Alhamdulillah, hingga aku lulus nilai-nilai terjaga 8 ke atas. Jika dibuat grafik nilai terhadap tingkatan SMA, grafiknya menunjukkan peningkatan dari kelas X ke kelas XII. dan diakhir masa pendidikan tersebut, aku berada di peringkat 8 se-jurusan IPA di sekolahku.

Selain itu, aku juga berusaha untuk belajar manajemen waktu dan melatih soft skill dengan mengikuti berbagai kegiatan di OSIS. Mulai dari kelas X, aku sudah memberikan kontribusi untuk acara ALSEACE 2011, sebagai anggota dari Divisi Perlombaan. Dalam menjalani kegiatan ini, aku banyak belajar cara berkomunikasi yang baik, mengatur waktu dan menjalani amanah, dan bekerja sebagai sebuah tim. Di periode kepengurusan berikutnya, aku resmi bergabung dengan OSIS SMAI Al-Azhar BSD dan tanggung jawab terbesarku saat itu adalah menjadi Koordinator Divisi Perlombaan ALSEACE 2012. Tanggung jawab yang besar ini telah mengubah caraku memandang sebuah permasalahan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi orang lain. Sungguh, pembelajaran yang didapat dari kegiatan berorganisasi sangat bermanfaat hingga sekarang.
Aku juga mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, seperti Aeromodelling dan Movie making. Aku mengikuti kegiatan aeromodelling dalam rangka mewakili SMAI Al-Azhar BSD dalam kontes Teknologi Tepat Guna. Untuk Movie making, aku mengikuti kontes di SMAN 2 Tangerang Selatan.
Dalam persiapan menuju perguruan tinggi, aku diberitahu oleh orangtua tentang adanya kesempatan mendaftar melalui undangan. Seiring berjalannya waktu, makin banyak informasi mengenai dunia perkuliahan. Dan alhamdulillah, aku diterima di ITB melalui jalur undangan. 

*catatan : 
Faktor lain yang menurutku sangat berpengaruh, yaitu Ibadah.

MASA PERKULIAHAN

Tanggung jawab kepada orang tua untuk menyelesaikan studi sangat besar. Biaya yang mahal menjadi investasi mereka untuk masa depan yang cerah. Maka, aku harus membayar investasi tersebut dengan serius menjalani proses perkuliahan.   
Di ITB, khususnya Prodi Aeronotika dan Astronotika, Aku merasakan atmosfer yang berbeda dari SMA dalam hal akademik. Pembelajaran di prodi ini sangat erat dengan matematika dan fisika. Dosen-dosen yang mengajar juga merupakan ahli dalam bidangnya (tidak usah kusebut satu per satu karena mereka sudah terkenal, silahkan dicari). Terkadang, para dosen mau berbagi pengalaman mereka tentang industri, perkuliahan, atau opini terkait berita-berita hangat. Tak jarang juga mereka memberi kesempatan kepada murid untuk datang ke ruangan dan berkonsultasi lebih lanjut mengenai banyak hal. Tentu ini menjadi nilai lebih untuk mahasiswa sepertiku yang belum berpengalaman.
Selain aktif berkuliah, aku juga memperkaya diri dengan pengalaman organisasi. Sebagai mahasiswa Aeronotika dan Astronotika ITB, aku berhimpun di Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan. Aku bertemu dengan mahasiswa lain yang memiliki sifat dan ide yang berbeda. Kajian, persiapan penyelenggaraan acara, hingga sekedar ngobrol santai dan olahraga bareng menjadi warna-warni kehidupan berhimpunku. Dari berbagai kegiatan tersebut aku belajar cara berargumen dan mengemukakan pendapat kepada orang lain.

SEORANG YANG MENGINSPIRASI

Seorang seniorku di Prodi dan SMA, Pramudita Satria Palar, menjadi orang yang menginspirasiku. Walaupun hanya mengetahui dia melalui internet dan cerita guru SMA, aku bisa melihat semangat dan tekad baik yang dia bawa. Dalam satu tulisan yang dimuat di situs ITB, ia mengatakan bahwa faktor akademik dipengaruhi faktor non akademik. Ia membuktikannya dengan aktif berkemahasiswaan, kegiatan non akademik (musik), dan lulus dengan predikat cum laude. Kesan yang muncul dalam benakku adalah ternyata kita bisa menjalani kegiatan akademik dan kegiatan non akademik secara maksimal. 
*Semoga aku bisa bertemu dengan dia dan menggali pengalamannya secara langsung.

LAST WORDS

Aku ingat sekali perkataan orang tua bahwa hidup ini harus jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan selalu meningkat kebaikannya. Semoga tulisan ini bermanfaat  bagi para pembaca.

Jangan ragu untuk bertanya atau berkomentar :). Terima kasih!

 

Comments