PENENTUAN DAN PENGENDALIAN SIKAP SATELIT

Dasar Pemikiran

Dalam sebuah peluncuran wahana antariksa ke luar angkasa, tentu ada misi yang harus dikerjakan. Misi tersebut akan berhasil dilakukan jika apa yang terjadi pada wahana antariksa di luar angkasa sesuai dengan yang kita inginkan pada saat dirancang. Dalam kasus satelit yang mengorbit sesuatu (misalnya Bumi), satelit dikatakan mampu melaksanakan misinya apabila instrumen yang dibawa mengarah ke arah yang tepat. Instrumen akan mengarah ke arah yang tepat jika orientasi satelit saat mengorbit sesuai dengan yang telah direncanakan sebelum peluncuran. Orientasi inilah yang disebut Sikap dari sebuah satelit[1]. Apabila sikap satelit tidak sesuai dengan yang direncanakan, maka parameter sikapnya harus diubah agar bisa menjalankan misi.

Penentuan Sikap

Kita tidak dapat melihat langsung sikap satelit saat mengorbit sesuatu, karena jaraknya jauh dari permukaan Bumi. Apabila kita dapat melihat langsung pun belum tentu kita tahu secara pasti parameter sikapnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk menentukan sikap satelit.
Sikap satelit dapat ditentukan dengan mengetahui nilai parameter sikapnya relatif terhadap suatu tata acuan koordinat. Nilai parameter sikap dapat diketahui menggunakan sebuah Sistem Penentuan Sikap “Attitude Determination”. Chris Hall[1] menyatakan bahwa sikap satelit ditentukan menggunakan sensor.

Pengendalian Sikap

Setelah nilai parameter sikap satelit diketahui, kita dapat memastikan apakah sikap satelit sudah sesuai rencana atau tidak. Jika sikap satelit tidak sesuai dengan rencana, perlu ada pengubahan nilai parameter sikap. Proses pengubahan nilai parameter sikap disebut dengan Pengendalian Sikap “Attitude Control”. Chris Hall[1] menyatakan bahwa sikap satelit dikendalikan menggunakan aktuator.

Referensi :
[1]Hall, Chris. ----. “Introduction to Attitude Dynamics and Control”. Virginia: AOE Virginia Tech.
[2]Wertz, James R. 1978. ”Spacecraft Attitude Determinaton and Control”. Torrance :Kluwer Academic

Comments