One-stop Travel Jakarta

Halo Madski Traveling! Ini adalah postingan blog saya yang lama, saya pindahkan ke sini supaya gak hilang.

Ada cerita singkat nih tentang perjalanan saya pada 27 Desember 2016. Jadi, hari ini saya pulang ke rumah orang tua naik kereta. Why it was so special?

So, selama ini saya pulang pergi Bandung-BSD naik travel B*R*Y*. Travel itu emang murah dan dekat dengan rumah. Pernah sekali naik kereta, bareng sama doi and her family saat itu (tapi sekarang udahan ye). Waktu itu saya gak begitu menikmati pemandangan, karena fokusnya bisa ketemu dia dan keluarganya. Untuk yang kali ini, beda cerita. Saya pulang sendirian.

Untuk yang belum tahu, beberapa hari yang lalu ada isu retak tiang penyangga jembatan Cisomang mencapai 57 cm (cmiiw, silahkan cek di media-media pemberitaan). Alhasil banyak yang khawatir akan ada kejadian kalo kita lewat tol itu, termasuk emak saya. Saat dapat berita itu, dia langsung chat "Fariz, pulang naik kereta aja.". Wah, awalnya saya bahkan gamau pulang hahaha. Nah, saya melihat ada kesempatan untuk menikmati perjalanan naik kereta. So, saya langsung meluncur ke mbah google dan cari review naik kereta Bandung-Gambir. Lumayam banyak yang ngasih review, tapi saya  berhenti di salah satu traveller yang nulis blog a.k.a travel blogger bernama Satya Winnie. Dia gamblang menulis "Serunya naik kereta Argo Parahyangan", which was the train i used last morning. Dia ngasih cerita-cerita selama perjalanan, kenalan dengan seorang sekuriti, sampe ngasih saran spot tempat duduk yang ajib untuk lihat pemandangan selama perjalanan. Setelah itu, saya bulatkan tekad untuk beli tiket. Cukup mudah karena sudah ada fitur beli tiket online, bayar via atm. Pihak KAI melalui Tiket.com langsung mengirimkan email berisi booking code dan keterangan perjalanan. Saya berangkat hari ini, 27 Desember 2016.

Pagi ini, pukul 06.00, saya sudah berada di Stasiun Bandung. Setelah beli minum dan roti untuk cemilan di kereta, saya langsung menuju check-in lounge. Saya terkesima, tahun 2013 sistem check in masih manual oleh penjaga. Sekarang kita tinggal masukkan booking code ke layar komputer, dan jreng... tiket langsung dicetak. Sangat mudah kan? Setelah itu, saya langsung menuju ke jalur kereta. Mbak-mbak "pramugari" menunjukkan letak gerbong ekonomi, karena saya tidak tahu hehehe. Singkat cerita, saya sampai gerbong dan duduk di kursi sesuai pesanan. Saya duduk di samping seorang kakek, yang dari caranya bercerita tentang naik-turun penumpan sepertinya beliau sudah sering naik Argo Parahyangan ini.
15 menit kemudian, kereta perlahan bergerak menuju Jakarta. Ada semacam sambutan dari pihak KAI, sepenggal pesannya begini :
 "Perjalanan akan ditempuh selama 3 jam 10 menit. Kereta akan berhenti di stasium Cimahi, stasiun Jatinegara, dan stasiun Gambir..."
Selang 15 menit, kereta sudah sampai di Stasiun Cimahi dan para penumpang dari Cimahi naik. Selang 5 menit kita sudah bisa melihat pemandangan cantik : perkebunan, perbukitan, jurang, jalan tol, pedesaan, dan pepohonan yang beragam. Saya begitu takjub dengan alam Indonesia, pepohonan berbagai jenis berjejer dalam satu area. Hebat sekali Sang Pencipta alam Indonesia ini, pikirku. Begitulah seterusnya hingga kereta mencapai stasiun Gambir.

Keluar dari kereta, kita bisa melihat gedung-gedung tinggi khas pusat kota. Saya ingat ada sebuah gedung dengan lambang pramuka di sebrang jalan. Kemudian kalau kita turun dari peron, kita akan melihat Gambir lantai 2. Bersih dan nyaman, kursi-kursi untuk duduk banyak tersedia. Ada pertokoan, restoran, mading informasi yang menarik. Kalau kita turun satu lantai lagi, ada yang unik. Lift stasiun ini diberi wallpaper Burung Merak, sehingga terlihat cantik. Pas untuk kamu yang suka foto ala-ala.
Plang GAMBIR yang pertama saya lihat setelah turun dari kereta
Kemudian saya bertanya kepada sekuriti, kemana arah Istana. Ia bilang, jaraknya cukup jauh kalau jalan kaki, sekitar 15 menit. Kalau monas, ada tepat di samping stasiun. Jadi mudah saja kalau mau ambil foto. Berhubung saya mau ke rumah naik KRL dari tanah abang, akhirnya saya putuskan untuk naik ojek sekalian minta berhenti di depan istana untuk foto. Sejujurnya saya pengen foto di depan istananya persis, tapi itu bakal bikin mamang ojek muter + waktu ke stasiun tanah abang tambah lama.

Singkat cerita, saya sampai di stasiun Tanah Abang. Saya beli tiket + kartu jaminannya. Kemudian naik commuter line a.k.a KRL. Dan pukul setengah 11, saya sudah sampai di rumah.
Dari perjalanan hari ini, saya sangat sering terkesima dengan perjalanan naik kereta dan melihat landmark kota. Saya pun pengen lagi mengalami hal seperti ini. Oleh karena itu, saya bulatkan tekad untuk eksplor Indonesia 2017! (Sebisanya dan sesuai ketersediaan budget hehehe). Segitu dulu ya blog, goodbye!

Comments