Ini Caranya Agar Bisa Kerja Praktek di PTDI

Halo! Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman kerja praktek di PTDI (PT Dirgantara Indonesia) pada tahun 2016.

Saat ini status saya adalah mahasiswa tingkat 3 program studi Aeronotika dan Astronotika ITB. Seperti biasa, di akhir semester 6 mahasiswa program studi ini melakukan kerja praktek di beberapa perusahaan yang notabene bergerak dalam bidang kedirgantaraan. Mengapa? Karena syarat kelulusan kami salah satunya lulus mata kuliah kerja praktek. That's the point.
Secara keseluruhan, saya senang karena banyak hal yang bisa dipelajari selama kerja praktek. Bukan hanya tentang bekerja, tapi juga tentang perusahaan dan SOP untuk bekerja sebagai mahasiswa kerja praktek.

KENAPA SAYA PILIH PTDI?


Alasan sederhananya, karena saya senang berada di Bandung. Saya suka udaranya yang relatif dingin dibanding beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu, saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyewa kosan lagi.
Alasan formalnya, karena PTDI perusahaan kedirgantaraan di Indonesia. Departemen-departemen yang ada di PTDI tentu sesuai dengan bidang-bidang yang telah saya pelajari di kelas kuliah. Alhasil, saya bergerak cepat untuk mendaftar ke sini.

APA PEKERJAANNYA DI PTDI?


Banyak divisi yang bisa dipilih, apalagi dalam satu departemen banyak divisinya. Saya gak akan menjelaskan secara detail tentang departemen dan divisinya di sini.
Saya diterima bekerja praktek di Divisi Analisis Struktur. Dalam divisi ini, pekerjaannya adalah melakukan simulasi pembebanan dan analisis kekuatan struktur wahana terhadap beban yang mungkin terjadi (Catatan : Kita tidak melakukan desain. Desain struktur didapat dari divisi desain). Kekuatan struktur dihitung dengan cara membandingkan kekuatan material dengan tegangan yang terjadi. Apabila struktur gagal, berarti desain perlu diperbaiki sehingga dikembalikan ke divisi desain. Begitulah seterusnya hingga struktur kuat menahan beban.

BAGAIMANA PROSEDUR KERJA PRAKTEKNYA MULAI DARI AWAL HINGGA SELESAI?


Prosedurnya akan saya bagi 3 : pengajuan, setelah diterima, dan saat selesai.
Saya berkomunikasi dengan alumni kami, yang bekerja di PTDI, terlebih dahulu. Ia mengajak saya dan teman-teman calon mahasiswa kerja praktek untuk bertemu dengan setiap divisi yang diinginkan.

Suatu hari, berangkatlah kami ke PTDI. Kami dipertemukan oleh alumni tersebut dengan calon pembimbing dari divisi yang diinginkan. Setelah kami pastikan ada lowongan pada waktu yang diinginkan, kami pergi ke bagian Diklat PTDI. Setelah bertanya-tanya dengan bagian diklat, ternyata yang perlu kami bawa adalah surat pengantar dari fakultas kampus. Surat tersebut ditujukan ke bagian diklat.

Setelah itu kami bawa surat pengantar ke bagian diklat. Cukup tunggu sebentar dan urus beberapa hal. Kemudian bagian diklat akan memberitahu kapan kapan kami bisa mengambil surat keterangan bahwa kami diterima kerja praktek.

Pada hari yang ditentukan, kami ambil surat tersebut. Surat tersebut digunakan untuk membuat kartu pegawai dan surat izin membawa barang (kalau bawa laptop, penting banget nih). Untuk membuat kartu pegawai, kami pergi ke tempat pembuatannya di sebuah ruangan gedung dekat gerbang masuk. Untuk surat izin membawa barang, kami pergi ke sekretaris departemen (kami masuk di departemen pengembangan teknologi) dan kami diberikan surat untuk diisi. Perlu waktu lagi untuk menunggu surat resminya. Setelah menunggu sekian hari, jadilah kartu pegawai dan surat resmi untuk izin membawa barang. Sekarang, kami resmi menjadi mahasiswa kerja praktek. *yeaaass
Kami mendapat jadwal kerja praktek tanggal 1 Juni - 28 Juli 2016. Jadwal kerja praktek kami telah disetujui di awal. Sebagai gambaran, 3 minggu pertama untuk pengenalan dan pengerjaan kasus dan 3 minggu terakhir untuk perbaikan kerjaan dan pembuatan laporan.

Saya masuk divisi analisis struktur bersama Michael, Agus Domas, dan Ihsan. Ternyata nasib saya berbeda dari ketiga teman yang lain. Saya dibimbing oleh Bapak Budy Febrinaldy, sedangkan mereka dibimbing oleh Bapak Dino.  Semua kami lalui dengan senang, walaupun banyak tantangan dan kegagalan hehehe. 

Akhirnya, di tanggal 28 Juli 2016, kami bersama pembimbing melakukan finalisasi laporan. Setelah mengumpulkan laporan (dalam bentuk hard cover), kami perlu melapor ke bagian diklat. Bagian diklat akan membuatkan surat keterangan bahwa kami adalah benar telah menyelesaikan kerja praktek di PTDI.

TESTIMONI

Sejujurnya, birokrasi selama kerja praktek ini gampang-susah dan perlu waktu. Tapi itu bukan masalah bagi saya.
Selama di PTDI, saya bisa melihat bagaimana cara pegawai di sana bekerja dan hidup. Kalo lagi jam makan siang, kelihatan banyaknya pegawai di PTDI.
Saya bisa melihat produk-produknya dengan mata sendiri wuuhuu. N219 yang diperlihatkan saat roll out juga udah saya lihat~
Saya juga senang karena Pak Budi (pembimbing) sangat suportif dan tidak segan untuk bercerita tentang apa yang ingin saya tahu, tentu ada batasan hal apa yang bisa diceritakan.


PENUTUP

Oke sudah selesai tulisan saya tentang kerja praktek di PTDI. Saya berharap PTDI semakin maju dan tak segan menerima mahasiswa KP berikutnya.
Bagi kalian yang ingin kerja praktek di PTDI, jangan menyerah dengan birokrasi yang panjang. Kalau kalian bertanya tentang gaji, sepertinya saya bukan orang yang tepat hehe.
Selamat berjuang!

Comments