Pastikan Paspor Kamu Berlaku Minimum 6 Bulan Sebelum Ke Luar Negeri!

Halo sobat Madski Traveling! Siapa di sini yang berencana pergi ke luar negeri? Pasti udah banyak persiapan kan ya mulai dari destinasi, akomodasi, itinerary, sampai rencana foto-foto di tempat yang instagrammable, hahaha. Eits, tunggu dulu. Sembari kalian menyiapkan itu semua, jangan lupa kalau ada sejumlah dokumen yang harus dipersiapkan, lho!

Ini penting sekali. Saya ingat betul terakhir akan keluar negeri saya bermasalah dengan paspor yang masa berlakunya kurang dari 2 bulan! Untungnya saya akan berkunjung ke negara di ASEAN, jadi tidak perlu menyiapkan visa. Bisa-bisanya saya beli tiket pesawat, penginapan dengan paspor yang masa berlakunya kurang dari 2 bulan. Padahal, pihak maskapai maupun negara yang dituju menyatakan bahwa minimal paspor memiliki masa berlaku 6 bulan atau lebih hingga saat pulang kembali ke Indonesia. *geleng-geleng kepala*.

Singkat cerita, saya membaca cara-cara memperpanjang paspor melalui artikel di internet. Ternyata prosesnya sangat mudah. Nah, supaya kesalahan yang sama tidak terjadi kepada kalian, di post saya akan sharing proses perpanjangan paspor biasa di Indonesia zaman now!

Cara Perpanjang Paspor (per November 2018)

Berdasarkan ketentuan yang ditulis pada website Direktorat Jenderal Imigrasi (klik untuk menuju tautan), perpanjangan paspor termasuk ke dalam "penggantian" paspor. Artinya, paspor lama kamu tidak lagi berlaku setelah dilakukan pergantian. Kamu juga akan mendapat nomor paspor baru.

Nah, kita lanjutkan ke langkah-langkah perpanjangannya ya. Ini saya ceritakan berdasarkan pengalaman saya sendiri dalam memperpanjang paspor. So, kita mulai dari langkah pertama ya.

1. Daftar antrian di antrian.imigrasi.go.id atau aplikasi Antrian Paspor

Zaman sekarang antrian pembuatan paspor sudah dilakukan secara online. Kamu bisa melakukannya melalui website atau aplikasi. Kalau kamu ingin mendaftar lewat website, silahkan langsung menuju https://antrian.imigrasi.go.id/Authentication.jsp, sedangkan kalau lewat aplikasi silahkan unduh di https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.imigrasi&hl=in

tampilan depan website antrian paspor

Setelah masuk ke website atau unduh aplikasi, lakukan pendaftaran akun. Cukup klik tulisan "Pendaftaran", lalu isi data dirimu seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di KTP, nomor telepon, email, dan alamat tempat tinggal. Selanjutnya, kamu akan menerima email dari Direktorat Jenderal Imigrasi berupa link untuk melanjutkan proses konfirmasi. Jika kamu mengikuti langkah-langkahnya dengan benar, jadilah akun antrian paspormu.

form pendaftaran akun antrian paspor

2. Pilih Kantor Imigrasi yang ingin Kamu Datangi

Tampilan pertama setelah login akun adalah daftar kantor imigrasi terdekat dari lokasi kamu (jangan lupa izinkan share lokasi ya kalau mau fitur ini). Kamu juga bisa mencari sendiri kantor imigrasi yang kamu inginkan. Kalau sudah ketemu kantornya, klik "Buat Permohonan".

list kantor imigrasi


3. Buat Permohonan Antrian

 Buat permohonan ini dilakukan dengan mengisi tanggal dan jumlah pemohon. Saat kamu klik gambar kalender, akan keluar tanggal-tanggal yang bisa diajukan untuk permohonan.

Daftar permohonan antrian
Jika kamu sudah mengisi daftar dengan bentar, klik "Lanjut". Bagian di sini cukup tricky, karena biasanya akses akan susah. Kalau saya baca-baca di artikel lain, mereka mengatakan kalau mengajukan antrian ini seperti rebutan. Maka, bersabarlah dalam mengajukan antrian ini.

4. Simpan QR Code permohonan dan Datanglah pada Tanggal yang telah Ditentukan

Hasil pendaftaran antrian paspor berupa QR Code. Simpan code tersebut karena saat itu dibutuhkan saat kamu datang ke kantor. Datanglah ke kantor pada tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Jangan lupa bawa dokumen-dokumen yang diperlukan, antara lain : KTP, paspor lama, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Ijazah SD/SMP/SMA (yang ada nama orang tua). Masing-masing dokumen difotokopi seukuran A4 (ini penting, kalau tidak kamu akan disuruh mengulang fotokopi terlebih dahulu).

Ikuti antrian di kantor. Kemudian, tunjukkan QR Code mu sebagai bukti kamu telah mendaftar antrian online. Jika petugas mengizinkanmu masuk, lakukan prosedur pembuatan paspor seperti biasa.

5. Bayar Biaya Pembuatan Paspor

Setelah kamu mengikuti rangkaian proses pembuatan paspor, kamu akan menerima invoice pembayaran. Di situ tertera kode pembayaran (saya lupa kode pembayarannya disebut apa). Ada 4 bank yang bisa digunakan untuk membayar, yaitu BRI, BNI, Mandiri, dan BCA. Bayar di ATM sesuai prosedur yang dilampirkan pada invoice. 

6. Datang ke Kantor pada Hari ke-3 atau Lebih untuk Ambil Paspor

Paspor akan bisa diambil pada hari ke-3 atau lebih dari hari pembayaran. Harinya dihitung dari hari kerja ya. Kamu cukup datang dan menuju loket pengambilan paspor. Tunjukkan invoice serta bukti pembayaran. Lalu, paspor akan diberikan ke kamu. Jangan lupa bubuhkan tanda tangan di paspor baru mu!

Gimana, proses perpanjangan paspor mudah kan ya? Tidak perlu rebutan di pagi hari lagi ataupun membuat lewat calo. Kamu bisa lakukan dengan mudah sesuai prosedur tersebut. Sekian dulu ya sobat Madski, semoga artikel ini membantu.

Comments