Ku Injakkan kaki di Kota Madinah part 1

Halo sobat Madski Traveling! Pukul 11.20 hari Jumat, 16 Maret 2018, menjadi tanda resminya aku pertama kali menginjakkan kaki di tanah kota suci Madinah Al-Munawaroh. Turun dari pesawat, aku bersama rombongan kecilku berjalan menuju imigrasi bandara. Proses di imigrasi cukup cepat dan seperti pada umumnya, yaitu cek izin tinggal, foto, dan stempel. Kemudian kami klaim bagasi, mencari-cari koper berwarna ungu, dan keluar dari tempat tersebut. Di lobby, kami sudah ditunggu oleh handling dari Syakira Tour. Kami langsung diarahkan ke mobil pengantar untuk berangkat menuju hotel.
***
Berdasarkan pernyataan ustad pendamping kami, Ust. Afifi Zaini Albrend, Kota Madinah sangat spesial bagi Rasulullah SAW. Kota ini merupakan tempat Nabi Muhammad SAW hijrah dari mekah. Pada suatu saat Rasulullah SAW berjalan menuju kota Madinah. Jika sudah dekat, Rasulullah SAW akan mempercepat larinya kuda sehingga segera sampailah beliau di kota Madinah.

Salah satu sudut Kota Madinah

Jelas saja muslimin muslimat dari seluruh dunia akan mengunjungi kota ini dalam rangka ziarah dan napak tilas. Ada berbagai lokasi, baik masih utuh maupun sudah digantikan bangunan baru, yang layak untuk dikunjungi. Dari tempat-tempat tersebut, kita bisa merasakan bagaimana dahulu perjuangan dakwah Rasulullah SAW bersama sahabat.

Namun, menurut pak ustad, kami perlu sabar atas kondisi kota Madinah. Dalam perjalanan kami, ada beberapa jemaah yang kulitnya kering dan mengelupas. Ada pula yang merasakan gatal dan perih. Selain itu, cuacanya cenderung lebih fluktuatif dibanding kota Mekah. Selain bersabar, kami juga disarankan untuk banyak berdoa serta mohon ampun karena biasanya yang terjadi pada diri kita di kota suci sesuai dengan baik atau buruknya amal kita.


Suasana menuju Masjid Nabawi saat solat Ashar

Bagiku, kota Madinah tak terlupakan. Terkhusus suasana beribadahnya yang begitu teratur, indah, nyaman, dan menyejukkan hati. Selain itu, menyenangkan sekali bisa bertemu dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia untuk satu tujuan yang sama yaitu beribadah. Karena pengunjung dari Indonesia juga banyak, aku juga berkenalan dengan mereka terutama saat sesi makan di hotel.
***
Dalam kunjungan kami ke kota Madinah, kami melakukan ziarah dan napak tilas ke beberapa lokasi. Simak sesi sharing di bawah ya!

1. Masjid Nabawi dan Raudhah
Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid yang dibangun oleh Rasulullah SAW di kota Madinah. Spesialnya masjid ini adalah letaknya yang bersebelahan dengan rumah Beliau. Bahkan sekarang wilayah rumah Rasulullah SAW masuk ke dalam kompleks Masjid Nabawi. Masjid ini sudah melewati beberapa kali pembangunan sebelum menjadi besar dan luas seperti sekarang.

Berdasarkan hasil ziarah Masjid Nabawi bersama rombongan, aku baru tahu kalau di awal masjid ini berdiri tingginya hampir mepet dengan kepalaku. Pak Ustad Afifi menunjuk sebuah batas di tiang masjid yang berwarna emas. Setelah mendapat harta rampasan perang barulah dilakukan renovasi sehingga menjadi lebih tinggi. Lalu, renovasi dilakukan lagi beberapa kali hingga seperti sekarang, dengan arsitektur yang menurutku indah.

Salah satu desain di bawah kubah masjid

Di setiap sudut masjid tersedia Al-Qur'an yang bebas dibaca, serta rak sepatu agar sepatu tidak berceceran. Kenyamanan masjid terjamin dengan terbentangnya karpet yang tebal, sistem pendingin untuk menjaga kesejukan di dalam masjid, serta pencahayaan yang cukup. Fasilitas wudhu dan kamar mandi tersedia di luar masjid dan diberi tulisan besar-besar agar terlihat oleh orang banyak. Bagi yang tidak ingin solat di dalam masjid, di luar telah diberi marmer putih yang bisa digunakan untuk solat. Marmer tersebut tetap dingin saat terpapar sinar matahari.

Bagian luar Masjid Nabawi. Tiang-tiang itu bisa mekar menjadi payung lho kalau sedang terik!

Satu lokasi yang menjadi favorit pengunjung adalah Raudhah. Rasulullah SAW menyatakan bahwa wilayah dari rumah hingga mimbar beliau adalah taman dari taman-taman surga (lihat di sini). Siapa sih yang tidak mau berada di taman surga saat di dunia? Aku pun tidak mau ketinggalan. Aku dan rombongan bersama-sama mengantri sekitar 15-20 menit sebelum masuk ke Raudhah. Sampai di Raudhah, kita akan menemui karpet berwarna hijau dan harum. Di sini kita bisa beribadah dan berdoa apapun ke arah kiblat selama 10 menit (kurang lebih, sebelum diusir oleh Askar). Keluar dari Raudhah kita bisa melewati makam Rasulullah SAW, Abu Bakar As-siddiq, dan Umar bin Khattab serta memberi salam.

Bagian luar dari Raudhah, jika menengok ke atas akan terlihat kubah hijau

Ini dia Kubah Hijau yang aku maksud

***
Cerita berlanjut di post yang berikutnya ya. Ikuti terus, oke!

Ini nih bocorannya:
2. Jabal Uhud
3. Masjid Quba

Comments